"Kedatangan IKOHI dan keluarga korban penghilangan secara paksa atau penculikan aktivis akan menguatkan gambaran fakta buruknya penuntasan pelanggaran HAM di Indonesia," kata Koordinator Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar kepada detikcom di Jakarta, Jumat (4/7/2014).
Sebenarnya, lanjut Haris, kunjungan IKOHI ke Eropa dan PBB ini guna meneruskan kerja penyebaran informasi ke berbagai komunitas yang memiliki hubungan lama dan persoalan isu Indonesia di negara yang dikunjunginya itu. Juga ke pusat kantor PBB di Jenewa untuk melaporkan perkembangan situsai HAM Indonesia kepada sejumlah pejabat yang menangani urusan HAM di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontras sangat yakin bawah masalah kasus pelanggaran HAM penghilangan orang dan penculikan aktivis 1997-1998 bisa terselesaikan. Sebenarnya, selain IKOHI juga sejumlah LSM pemerhati HAM Indonesia lainnya kerap membawa isu ini ke PBB. Bahkan lobby-lobby sejumlah LSM dengan PBB sudah sangat bagus.
"Yang kurang adalah mendapatkan rezim di sini yang memiliki keberpihakan pada penagakkan HAM, itu saja," pungkas Haris.
Di Eropa, mereka akan bertemu dengan TRIAL (Track Impunity Alaways) di London, Inggris pada 1 Juli 2014. Pada 2 Juli 2014 berkunjung ke The Hague di Belanda, serta sejumlah LSM dan Manteri Luar Negeri Belanda. Hari ini, 3 Juli 204 rencananya akan bertemu komunitas Indonsia di Univeritas Leiden.
(rvk/asp)










































