Kasus SMA 3, Ahok: Ngga Boleh ada Senior Mempelonco dan Membully Junior

Hari ke-627 Jokowi-Ahok

Kasus SMA 3, Ahok: Ngga Boleh ada Senior Mempelonco dan Membully Junior

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2014 17:43 WIB
Kasus SMA 3, Ahok: Ngga Boleh ada Senior Mempelonco dan Membully Junior
Jakarta - Meninggalnya Arfiand Caesar Irhami dan Padian siswa kelas X SMA 3 Jakarta menambah deretan kasus kekerasan di sekolah. Kekerasan yang dilakukan senior kepada juniornya diduga menjadi penyebab keduanya tewas.

Plt Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama (Ahok) angkat bicara soal kultur kekerasan yang dilakukan senior kepada juniornya. Menurut Ahok, tidak seharusnya senior melakukan kekerasan kepada juniornya dalam bentuk apapun.

"Kita sudah bilang, enggak boleh lagi senior itu membully orang, memplonco orang. Aku sudah bilang berapa kali, kalau ada senior yang jagoan, tantang saja satu lawan satu. Jangan manfaatin junior, digebuk-gebukin tanpa boleh lawan," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Kamis (3/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahok mengatakan jika memang terpaksa harus berkelahi, maka sebaiknya berkelahi satu lawan satu. Bukan berkelahi dengan cara mengeroyok juniornya hingga tewas.

"Aku sudah bilang, kalau ada senior yang jagoan, nggak usah main keroyok, tantang saja kalau jagoan. Bilang sama adik kelas lu, siapa yang lebih kuat lawan gua, biar dihajar habis lu," tuturnya.

Ahok juga menilai cara-cara kekerasan dengan beramai-ramai adalah sikap pengecut. Bahkan Ahok mencontohkan jika mereka menjadi pejabat, maka akan rusak negara ini.

"Jadi ini kan sudah keterlaluan, main mukul orang pengecut. Itu yang aku benci. Nanti kalau jadi pejabat yang model gitu, jadinya rusak. Beraninya cuma main belakang, beraninya rame-rame. Sendiri-sendiri enggak bisa. Itu yang bahaya negara kayak gitu," tuturnya.

(ros/mpr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads