Densus 26 Yogya Deklarasi Dukung Jokowi-JK

Densus 26 Yogya Deklarasi Dukung Jokowi-JK

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2014 14:56 WIB
Densus 26 Yogya Deklarasi Dukung Jokowi-JK
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Yogyakarta - Alumni dan anggota majelis Pendidikan Khusus Dai Ahlul Sunnah wal Jamaah 1926 (Densus 26) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mereka menyatakan tidak akan mungkin menitipkan Ahlul Sunnah wal Jamaah kepada koalisi yang di dalamnya ada kelompok yang anti NU, anti tahlil, dan lain-lain.

"Kami tidak mungkin menitipkan ahlul sunnah wal jamaah kepada koalisi yang di dalamnya ada kelolompok-kelompok anti Nu, anti tahlil, anti maulid nabi, anti tawasul," tegas Komandan Nasional Densus 26, H Umaruddin Masdar, saat deklarasi di kantor Laskar Nusantara, Jalan Parangtritis Km 8,2 Sewon Bantul, Jumat (4/7/2

Umaruddin mengatakan Densus 26 mendukung dan akan memenangkan Jokowi-JK karena capres secara kultur adalah NU dan ibunya anggota jemaah majelis taklim wal maulid. Sedangkan pasangan cawapres adalah mustasyar PBNU dan diusung oleh partai yang didirikan oleh NU yaitu PKB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami siap memenangkan pasangan Jokowi-JK nomer urut dua dalam pilpres 9 Juli yang tinggal 4 hari lagi. Ini demi kepentingan bangsa dan negara serta aqidah ahlul sunnah wal jamaah," katanya.

Dia mengatakan adanya Densus 26 yang didirikan sejak tahun 2011 itu sebagai tempat pendidikan khusus para dai NU untuk "hak jawab" atas berbagai bentuk serangan-serangan negatif terhadap tradisi NU. Pelatihan-pelatihan yang dilakukan seluruh Indonesia sudah mencapai angkatan ke 92.

"Total yang sudah ikut sekitar 32.242 orang. Ini juga untuk menangkal serangan-serangan kelompok wahabi, salafi maupun fitnah-fitnah kepada NU," katanya.

Umaruddin menambahkan pihaknya juga mengecam keras pernyataan Fahri Hamzah soal hari santri. Pernyataan yang ditujukan kepada capres Jokowi itu secara tidak langsung juga menghina NU maupun santri.

"Itu pernyataan yang tidak sepantasnya dan Densus 26 protes keras," pungkas Umaruddin.

(bgs/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads