Aksi Penolakan Kenaikan Harga BBM Berlanjut di Bandung
Senin, 27 Des 2004 14:14 WIB
Bandung - Demontrasi menolak kenaikan harga BBM masih berlangsung di Bandung. Kali ini dilakukan oleh Hizbut Tahrir di depan pagar Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jl. Diponegoro. Mereka menilai kenaikan harga BBM ini tidak logis. Aksi ini diikuti oleh sekitar 2.000 orang yang juga didukung oleh karyawan PT DI yang terkena PHK. Aksi dimulai pada pukul 10.00, Senin (27/12/04). Perwakilan mereka sempat diterima oleh anggota dewan untuk audiensi. Aksi berjalan lancar dan tertib. Polisi berjaga dan melakukan blokade jalan Diponegoro. Sebagian berada di dalam pagar. Dan sebagian berjaga di jalan. Dengan memakai ikat kepala, mereka membawa bendera Hizbut Tahrir serta spanduk bertuliskan 'Kenaikan BBM hanya akan menyengsarakan rakyat'. Beberapa orang berorasi di atas mobil pick up Kijang. Menurut Luthfi Afandi, Ketua Departemen Politik Hizbut Tahrir Jawa Barat, semestinya penguasa dan rakyat jangan diasumsikan sebagai penjual dan pembeli. “kenaikan ini tidak logis dan tidak rasional. Sebenarnya kenaikan harga minyak dunia tidak berpengaruh terhadap harga minyak di Indonesia. Kita khan pengekspor minyak,” ujarnya.
(asy/)











































