Jawa Barat adalah tempat di mana keduanya saling menguatkan basis masing-masing. Cukup berat bagi Jokowi karena di tanah Pasundan itu maung 'Macan Asia' milik Prabowo terdengar mengaum lebih kuat. Gabungan partai Islam di belakang Prabowo memang menjadi kunci sukses Prabowo 'menguasai' Jawa Barat.
Belum lagi di provinsi yang disebut sebagai kunci kemenangan Pilpres ini, Jokowi banyak dihajar black campaign. Memang kabarnya tabloid Obor Rakyat yang menyerang Jokowi dicetak di Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ada pilihan lain bagi Jokowi untuk merebut hati masyarakat Jawa Barat kecuali dengan menemui langsung urang Sunda. Jokowi bergerak cepat di hari terakhir menyambangi tanah Pasundan. Sentuhan tangan langsung barang kali membuat pria asal Surakarta ini mungkin akan memoncerkan suaranya.
Toyota Innova putih B 1567 PRA senantiasa menemani perjalanan Jokowi. Dari mobil itu dia selalu membuka kaca untuk menyapa langsung masyarakat Jawa Barat.
Menapaki Cilegon pada Selasa (1/7) yang masih di Banten menuju Sukabumi tak henti-hentinya Jokowi membagikan kaos bergambar dirinya. "Bapak-Ibu ada yang mau kaos?" adalah kata-kata yang selalu keluar.
Bertandang dari pondok pesantren satu ke lainnya juga tak segan-segan dia minta dibantu menepis isu miring tentang dirinya. Hingga di suatu malam Rabu (2/7) salah satu tokoh agama terkemuka Bandung, H. Nanang Iskandar Ma'soem menghadap Ilahi dengan tenang setelah bertemu Jokowi.
Tak sia-sia pengembaraan Jokowi di tanah Pasundan. Laju demi laju mengumpulkan semakin banyak warga yang antusias.
Hingga pada puncaknya Jokowi dianugerahi gelar kehormatan oleh Tokoh Adat Kampung Naga Ki Ade Suherlin. Jokowi disematkan nama Ki Jaka Winata dan dikalungkan kain bergambar kujang oleh sesepuh Paguruan Silat Pasundan Uyut Sani.
"Jadi 'Jaka' itu artinya 'ksatria' nah kalau 'Winata' itu artinya 'pandai menata', menata sumber daya alam dan manusia. Jadi artinya adalah seorang ksatria yang pandai menata sumber daya alam dan manusia dengan baik," tutur Ki Ade Suherlin saat di panggung.
Akankah Ki Jaka Winata merebut hati Urang Sunda?
(bpn/ndr)











































