Pada hari Kamis (3/7/2014) Jokowi menyambangi dua pondok pesantren, yakni Ponpes Al Basyariyah di Kabupaten Bandung dan Ponpes Al Jawina di Garut. Di Ponpes Al Basyariyah dia menyatakan agar tak mudah percaya dengan isu SARA yang beredar tentang dia.
"Bapak saya dari pelosok desa di Boyolali, ibu saya dari Karanganyar. Setelah menikah jadinya saya, berarti saya anak desa apa kampung? Wajah seperti ini kok ada yang bilang anak Singapura. Kalau Singaparna masih mungkin lah," tutur Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya dia bertolak ke Garut yang ditempuh dalam 3 jam perjalanan. Di Ponpes Al Jawina dia kembali mengajak warga pesantren untuk bantu menepis isu.
Tak lupa Jokowi pun didoakan oleh Kiai kedua pondok pesantren sebelum berpamitan pulang. Sambutan santri-santri kepada Jokowi juga sangat meriah meski kebanyakan dari santri-santri belum memiliki hak suara.
Setelah itu capres nomor urut 2 ini menyempatkan hadir di sebuah warung kopi. Di tempat itu Jokowi membacakan 9 program kerja nyata yang akan dijalankan bersama cawapres Jusuf Kalla (JK).
Berikut 9 program tersebut:
1. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji, dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri secara bertahap selama 5 tahun. Program remunerasi PNS akan dituntaskan di tingkat pusat dan diperluas sampai ke level daerah.
2. Mensejahterakan desa dengan mengalokasikan dana desa di mana setiap desa rata-rata Rp 1,4 miliar dalam bentuk program bantuan khusus dan menjadikan Perangkat Desa menjadi PNS secara bertahap.
3. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk memberi subsidi Rp 1 juta setiap bulannya untuk keluarga pra-sejahtera, sepanjang pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 7%.
4. Program kepemilikan tanah pertanian untuk 4,5 juta kepala keluarga. Pembangunan/perbaikan irigasi di 3 juta Ha Sawah. Pembangunan 25 bendungan, 1 juta hektare lahan pertanian baru di luar Jawa. Pendirian Bank Petani dan UMKM serta penguatan BULOG
5. Perbaikan 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia dan membangun pusat pelelangan, penyimpanan & pengelolahan ikan.
6. Menurunkan tingkat pengangguran dengan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun. Bantuan dana Rp 10 juta per tahun untuk UMKM/Koperasi. Mendorong, memperkuat dan mempromosikan industri kreatif dan digital sebagai salah satu upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
7. Layanan kesehatan GRATIS rawat jalan/rawat inap dengan Kartu Indonesia Sehat, 6.000 puskesmas dengan fasilitas rawat inap serta air bersih untuk seluruh rakyat.
8. Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian dari komponen pendidik bangsa.
9. Mewujudkan pendidikan bagi seluruh warga negara termasuk petani, nelayan, buruh, termasuk difabel dan elemen masyarakat lain melalui Kartu Indonesia Pintar. Menyediakan fasilitas pendidikan yang baik dengan target partisipasi 100% untuk SD, dan 95% untuk tingkat SLTP; mewujudkan kurikulum berkualitas; menjamin kesejahteraan guru dan meningkatkan tunjangan bagi para guru. Meningkatkan kualitas guru dengan melanjutkan program Sertifikasi guru.
(bpn/kha)











































