Di kalangan santri, wacana adanya Hari Santri Nasional sudah sejak lama diperjuangkan. Oleh karena itu, sangat disayangkan adanya pihak yang merendahkan ide adanya Hari Santri Nasional itu.
"Pernyataan 'Sinting' itu merupakan pernyataan yang ditujukan kepada Jokowi yang akan memperjuangkan Hari Santri Nasional. Ini adalah pernyataan yang melukai hati kaum santri. Sebab pernyataan tersebut ditujukan untuk menggagalkan wacana yang sudah sejak lama menjadi salah satu keinginan kaum santri," kata Ketua PAPPI (Paguyuban Alumni Pondok Pesantren Indonesia), Ahmad Sahal dalam siaran pers yang diterima, Jumat (4/7/2014)
Menurut Sahal, 1 Muharram adalah peringatan tahun baru Hijriah yang kerap dirayakan oleh kaum santri di lingkungan pondok pesantren di Indonesia. Sehingga tidak ada salahnya juga ketika salah satu hari besar umat Islam itu dijadikan Hari Santri Nasional. Hari Santri Nasional sangat penting sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas perjuangan yang dimotori dan dilakukan oleh kaum santri pada masa pra kemerdekaan hingga saat ini.
Sebab, kaum santri memiliki kontribusi dalam peradaban di Indonesia. Sejak zaman pra kemerdekaan hingga saat ini, kaum santri memiliki peran dalam membangun moralitas masyarakat serta berperan dalam mengembangkan keilmuan islami di tengah-tengah masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menduga pernyataan tersebut dilontarkan dengan sengaja dengan dugaan motif menyebarluaskan kebencian terhadap kalangan tertentu dan disinyalir dapat memancing suasana pemilu menjadi keadaan yang tidak kondusif." pungkas Khaeroni.
(kha/kha)











































