Panglima TNI Mendapat Wejangan dari Purnawirawan untuk Amankan Pilpres

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2014 04:56 WIB
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko beserta jajarannya mendapat wejangan dari kunjungan para purnawirawan TNI di di Ruang Kerja Panglima TNI, Jl. Merdeka Barat No. 2 Jakarta Pusat. Adapun Moeldoko menilai dengan adanya kunjungan tersebut memberikan tambahan energi baru bagi TNI.

“Kehadiran para Sesepuh akan memberikan energi baru bagi TNI, karena para sesepuh adalah senior yang memiliki pengalaman hidup, pengalaman bekerja di lingkungan TNI sehingga dengan pengalaman itulah TNI menimba ilmu dan memberikan penguatan kepada seluruh prajurit TNI," kata Jenderal Moeldoko melalui pers release yang diterima detikcom, Jumat (4/7/2014).

Para sesepuh TNI diantaranya mantan Wakil Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Jenderal TNI (Purn) Widjojo Sujono, Letjen TNI (Purn) Rais Abin, Letjen TNI (Purn) Syaiful Sulun dan Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo. Dalam kunjungannya, para purnawirawan TNI meminta kepada TNI untuk selalu memberikan jaminan atas rasa aman, tertib, dan damai khususnya dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres). Serta berharap TNI dapat menyiapkan kontijensi plan dalam menghadapi situasi-situasi yang krisis.

Sementara itu Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno berpesan bahwa mantan prajurit yang memiliki jiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit maka jiwanya tidak akan pernah berubah. Serta menekankan para Purnawirawan tidak perlu rekonsilisasi karena mereka tetap berpijak pada landasan yang sama yaitu sebagai pejuang prajurit, landasannya Sapta Marga dan Pancasila.

Menurut Try yang membedakan antara prajurit TNI dan Purnawirawan TNI ialah dalam hal praktek politik. Setelah pensiun mempunyai hak politik yang sama dengan warga masyarakat, namun kedua belah pihak masih tetap sama pada alur NKRI yang berlandaskan Pancasila.

“Apapun dinamika dalam masyarakat jangan menjadi suatu ketegangan, apalagi sampai menjadi permusuhan. Indonesia mempunyai doktrin merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," ujar Try Sutrisno.

(tfn/kha)