Nusron: Kalau Soeharto Masih Hidup, Menangis Melihat Golkar Hari Ini

Nusron: Kalau Soeharto Masih Hidup, Menangis Melihat Golkar Hari Ini

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2014 00:47 WIB
Nusron: Kalau Soeharto Masih Hidup, Menangis Melihat Golkar Hari Ini
Jakarta - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nusron Wahid, berziarah ke makam mantan Ketua Dewan Pembina Golkar H.M.Soeharto di Astana Giribangun, Mangadeg, Karanganyar, Jawa Tengah. Menurut Nusron, jika Soeharto masih hidup, mungkin akan sedih melihat kondisi Golkar saat ini.

"Beliau orang tua Golkar. Kita doakan agar kuburannya padang dan jembar. Mungkin beliau bisa menangis melihat Golkar hari ini yang digadaikan oknum pengurusnya demi kepentingan sempit dan sesaat," ujar Nusron Wahid dalam keterangannya, Rabu (3/7/2014).

Nusron berziarah bersama aktivis Golkar Solo Raya, usai mendeklarasikan Relawan Beringin Emas Mendukung Jokowi-JK. Menurut Nusron, kalau Golkar ingin besar, seharusnya mendukung Jokowi-JK.
 
"Kalau JK jadi wapres, Golkar akan besar. Sebaliknya kalau Prabowo yang menang, Golkar akan kempes. Selamatkan Golkar dengan cara memenangkan Jokowi-JK," kata Nusron.
 
Relawan Beringan Emas adalah aktivis Golkar tingkat desa, kecamatan di kawasan Wonogiri, Karanganyar dan Sragen yang kecewa keputusan DPP Golkar mendukung Prabowo-Hatta. Menurut mereka seharusnya Golkar memiliki semangat solidaritas dengan mantan Ketua Umum DPP Golkar, Jusuf Kalla, yang menjadi cawapres Jokowi.
 
"Pak JK kader Golkar, mengapa mendukung yang lain," kata salah seorang aktivis Relawan Beringin Emas seperti ditirukan Nusron.
 
Diketahui Ketua DPP Golkar Bidang Organisasi dan Daerah Mahyudin menyatakan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sudah menandatangani surat pemecatan tiga kader, yakni Nusron Wahid, Agus Gumiwang, dan Poempida Hidayatullah.
 
Ketiga nama itu saat ini masih tercatat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Nusron dan Agus Gumiwang bahkan sudah tercatat kembali terpilih sebagai anggota DPR untuk periode 2014-2019. Ketiganya juga diketahui pendukung pasangan Jokowi-JK.

(mpr/kha)


Berita Terkait