"Kita kerja keraslah untuk masyarakat Jakarta," kata Rudy pada wartawan usai pertemuan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2014).
Ia tak mau berkomentar lebih terkait ancaman Ahok untuk mencopot dirinya. Ia pun tak mengiyakan saat ditanya apakah akan setuju bila benar-benar dinonaktifkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI itu.
"Kita kerja keraslah untuk masyarakat Jakarta," ujarnya sambil senyum.
Dalam pengarahannya, Ahok secara terang-terangan menyebut nama Rudy sebagai contoh SKPD yang akan dinonaktifkan bila tak bekerja.
"Tadi pagi saya bicara dengan pak Rudy dinas PU. Saya bilang sama dia, nanti kalau saya menggantikan kadis, tidak ada lagi jabatan eselon II untuk anda. Anda yang eselon II tidak bisa kerja, kita akan stafkan. Supaya jelas. Saya bingung, apasih susahnya ngabisin duit?" ujar Ahok saat memberi pengarahan hari ini.
Ahok dalam berbagai kesempatan memang sudah sering menyinggung kinerja Dinas PU yang dinilainya lamban. Pengerjaan perbaikan jalan dan berbagai urusan pembangunan di Jakarta menurutnya tak maksimal padahal Dinas PU salah satu dinas dengan dana yang besar dari APBD Jakarta.
Komplain Ahok ini tidak hanya terjadi belakangan ini. Jauh saat masih menjabat sebagai wakil gubernur, ia selalu mengeluhkan kerja dinas PU. Ia sudah lama ingin memecat namun terhalang oleh Jokowi yang tetap mempertahankan Rudy menjadi kepala dinas. Saat perombakan besar-besaran kepala dinas, Jokowi mempertahankan Rudi dengan alasan Rudi sudah bekerja keras dan selalu berkonsultasi dengannya siang malam.
Yang terbaru, Ahok kembali menyinggung Dinas PU tentang tak bisanya mereka memberikan nilai satuan untuk setiap item dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek yang dikerjakan namun mampu menghabiskan dana triliunan.
(bil/tfn)











































