Berkaca Pada Akil, ICW: Buat Apa Uang Banyak Tapi Seumur Hidup di Bui?

Berkaca Pada Akil, ICW: Buat Apa Uang Banyak Tapi Seumur Hidup di Bui?

- detikNews
Kamis, 03 Jul 2014 18:20 WIB
Berkaca Pada Akil, ICW: Buat Apa Uang Banyak Tapi Seumur Hidup di Bui?
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengajak para pejabat, termasuk hakim untuk merenungkan vonis penjara seumur hidup untuk Akil Mochtar. Putusan itu adalah pesan bahwa uang bukanlah segalanya. Karena itu, jangan korupsi.

Wakil Koordinator ICW, Agus Sunaryanto, mengatakan, vonis terhadap Akil adalah rekor baru untuk KPK. Tidak ada kasus lain yang melebihi putusan terhadap sang mantan ketua MK.

Melihat fakta tersebut, dia meminta semua hakim agar berkaca. Sebagai aparat penegak hukum, bahkan disebut perwakilan Tuhan di muka bumi, harus hati-hati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Siapapun hakim yang bermasalah harus diberikan sanksi yang berat. Ini harus dijadikan cerminan agar hati-hati. Buat apa punya uang banyak kalau kemudian harus berakhir dibalik jeruji?" kata Agus saat ditemui di kantornya, Kalibata, Jaksel, Kamis (3/7/2014).

Meski Akil sudah banyak berjasa selama menjalankan tugas, namun tetap saja korupsi meruntuhkannya. Oran yang paling berjasa dan baik, justru adalah yang paling bisa menahan diri dari godaan uang. "Dia menodai kepercayaan sebagai hakim konstitusi," imbuhnya.

Ke depan, Agus berharap agar seleksi pejabat publik, termasuk hakim konstitusi diperkekat. Lalu, pelaporan kekayaan ke KPK harus diubah aturannya agar ada sanksi bagi pejabat yang tidak melapor. Hal ini penting karena banyak kasus terbukti, hartanya melebihi dari yang dilaporkan.

"Selanjutnya kepatuhan soal pajak, harus ada kesepahaman antara KPK, PPATK, Kejaksaan, Kepolisian, Dirjen Pajak untuk menelusuri kepatuhan membayar pajak bagi pejabat publik. Kalau tidak sinergis ini akan bekerja parsial," tegasnya.



(mad/mad)


Berita Terkait