"Iya, Direktorat Lalu Lintas menerima peralatan khusus untuk Operasi Ketupat, ada 2 heli cam untuk memantau dari tempat tertentu yang tidak bisa terjangkau," kata Direktur Lalu Lintas Kombes Restu Mulya Budyanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/7/2014).
Heli Cam ini nantinya akan membantu pihak kepolisian untuk mengamati rute arus mudik yang mengalami kemacetan, khususnya yang tidak bisa terpantau oleh petugas di lapangan. Ia menyadari rute jalur mudik nantinya akan dipenuhi kendaraan pemudik, sehingga petugas pun akan kesulitan mencapai titik yang harus diurai kemacetannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heli Cam ini memiliki jangkauan hingga 300 Km dengan ketinggian mengudara hingga 100 meter. Menggunakan tenaga baterai yang bisa dioperasionalkan hingga 2 jam.
"Ini digunakan dalam situasi tertentu, apabila ada momen tertentu, misalnya mudik bareng, itu bisa saja. Untuk pantau perjalanan mudik bareng hingga ke jalur Pantura juga bisa," tambahnya.
Selain Heli Cam, sarana lain yang diterima Ditlantas Polda Metro Jaya untuk kesiapan lebaran ada 120 unit motor, 8 unit tenda, 8 unit mobil patroli dan 4 unti double cabin untuk mengurai macet.
"Motor digunakan untuk mengurai macet ke lokasi yang sudah tidak bisa dijangkau oleh mobil. Pakai motor akan lebih efisien, sehingga petugas bisa sampai ke lokasi kemacetan dengan cepat," lanjutnya.
Untuk memantau arus lalu lintas selama lebaran, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menurunkan 1 SSK untuk diperbantukan hingga ke wilayah Cirebon, Polda Jabar. Tidak hanya itu, 2 SSK dari Satuan Sabhara juga akan digeser hingga Cirebon untuk membantu mengurai kemacetan di Jalur Pantura.
(mei/ndr)











































