“Ya saya kira itu adalah keputusan yang sudah terjadi, kita hormati dan kita hargai,” kata Sekretaris Tim Prabowo-Hatta, Fadli Zon, kepada media dalam acara rilis hasil survei dan diskusi politik 'Adu Balap Capres: Membaca Kemana Arah Undecided Voters?' di Gren Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2014).
Menurut Fadli, Pilpres 2014 memang sudah seharusnya satu putaran supaya tidak ada kebingungan dan ketidakpastian terhadap hasil tanggal 9 juli nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada diutarakan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Pria kelahiran Trenggalek ini menerima keputusan MK sepenuhnya. “Bagi kami, sepenuhnya dipersilakan konstitusi mengatakan apapun, kami ugemi itu sebagai panduan. Kami taat,” katanya.
Priyo juga mengatakan tim Prabowo-Hatta akan tetap mengikuti keputusan yang dibuat oleh MK. “Mau pakai peraturan lebih dari 25 persen tersebar di seluruh provinsi, kami ikut. Atau pakai yang 50 persen, kami ikut. Artinya kami komit azas apa pun yang digunakan oleh MK,” ujarnya.
Sebelumnya, MK memutuskan Pilpres 2014 berlangsung satu putaran, sehingga peraih suara terbanyak otomatis menjadi Presiden RI 2014-2019.
"Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya," putus MK yang dibacakan Ketua MK Hamdan Zoelva dalam sidang terbuka untuk umum di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (3/7/2014).
(trq/trq)











































