"Istilahnya bajak, ya. Saya kira di detik-detik terakhir ini orang semakin spontan memberikan dukungan, baik itu dari sana ke sini, dari sini ke sana. Itu hal yang biasa saja," kata Nurul saat ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7).
Menurut politikus Partai Golkar alasan pembelotan bisa bermacam-macam. Misalnya, karena kekecewaan atau ketidakpercayaan yang muncul di saat-saat terakhir. "Ada semangat baru yang tumbuh, dan akhirnya membelotkan dukungannya ke kubu sebelah," ujar Nurul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, "Yang merahasiakan pilihannya masih ada 11 persen. Kalau pembelotan kan pilihan politik jadi sah-sah saja.”
(brn/brn)










































