Kolom
Urus Gempa Aceh dengan Rasional
Senin, 27 Des 2004 12:10 WIB
Jakarta - Hari Minggu (26/12/2004), pastilah hari tak terlupakan bagi warga di pesisir pantai Aceh dan Sumatera Utara. Hari itu, samudera yang menjadi kawan akrab mereka sehari-hari, mengamuk menciptakan gelombang tsunami hingga setinggi 10 meter. Hari itu, sebuah sejarah tragedi ditoreh.Gempa dengan kekuatan 9,0 skala ritcher meluluhlantakkan pesisir Aceh. Sedikitnya 1.500 warga Aceh kehilangan nyawa akibat musibah tersebut. Belum terhitung, rumah, sampan, harta benda yang musnah. Bukan hanya Aceh, imbas gempa ini juga mengguncang Asia.Melintasi lautan Hindia, wilayah pesisir India, Srilanka, Thailand, Malaysia, Bangladesh, Maladewa, turut hancur. Di seluruh dunia, total korban tewas mencapai sedikitnya 13.000 ribu orang. Tak heran, karenanya gempa Aceh digolongkon gempa terdahsyat yang terjadi dalam 40 tahun terakhir ini.Bencana sebesar itu jelas sangat pantas untuk membuat kita, dalam skala nasional, berduka. Karenanya pula, sangat pantas pula bila pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi perhatian khusus dan bertindak sigap untuk minimal, meringankan para korban musibah gempa.Inilah saatnya, komitmen langsung pemerintah terhadap rakyatnya diuji. Sejauh ini, apa yang dilakukan SBY cukup tepat. Menyiagakan seluruh potensi komponen pemerintah sekaligus mengirimkan Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung ke lokasi bencana, pada hari pertama setelah kejadian.Yang harus diperhatikan, pemerintah dalam bertindak sigap, tidaklah mesti dengan terburu-buru. Segala macam penanganan tetaplah dengan kepala dingin. Jika tidak, membuat statemen menyediakan anggaran tak terbatas untuk musibah Aceh hanya akan dipandang menarik simpati publik tanpa rasionalitas.Sekaligus, pemerintah juga harus terus melanjutkan kerja pemerintahan. Tetap mengusut kasus-kasus korupsi yang merugikan uang negara, tetap melayani keluhan publik yang protes atas kenaikan harga BBM, dan tetap menjalankan agenda reformasi yang diamanatkan rakyat.Dan akhirnya, sejenak, di tengah aktivitas kita, marilah mengheningkan cipta, memanjatkan doa ketabahan dan keselamatan bagi saudara-saudara kita yang ada di Serambi Mekkah.
(diks/)











































