Hizbut Tahrir Demo Tolak Kenaikan Harga BBM
Senin, 27 Des 2004 11:18 WIB
Jakarta - Demonstrasi menolak kenaikan harga BBM terus digelar. Kali ini dilakukan oleh puluhan orang dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Mereka menilai kenaikan harga BBM tidak adil dan menyengsarakan rakyat. Aksi digelar di depan Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (27/12/2004) dimulai pukul 10.45 WIB dan hingga kini masih berlangsung. Para pengunjuk rasa tiba dengan menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi. Sebelumnya, mereka melakukan aksi serupa di depan Istana Negara. Dengan memakai ikat kepala dan membawa spanduk, mereka berorasi menolak kenaikan harga BBM. Sejumlah spanduk itu diantaranya bertuliskan, "HTI Menolak Kenaikan BBM, "Kapitalisme Biang Kerok Kesengsaraan Rakyat" serta "BBM Naik Buah Kapitalisme". Menurut M Wafi, salah seorang penunjuk rasa, rakyat menderita karena kenaikan harga BBM. Ia menilai kebijakan pemerintah itu hanya menuruti kemauan IMF. Jika kenaikan harga BBM merupakan konsekuensi pengurangan subsisdi guna mengurangi defisit anggaran, lanjut Wafi, seharusnya pemerintah mencari sumber penghasilan lain yang tidak menyengsarakan rakyat. Misalnya, menyita harta para koruptor. "Kalau uang yang jumlahnya triliunan itu bisa dikembalikan, pemerintah tidak usah menaikkan harga BBM," tandasnya.
(rif/)











































