"Perintah yang ada hanya untuk siaga 1. Karena kita melihat sudah ada kehidupan politik yang sangat tidak sehat. Sudah ada framing pemberitaan secara sepihak," kata Hasto dalam jumpa pers di kantor Media Center Jokowi-JK, Jl Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2014).
Hasto menyayangkan peristiwa yang terjadi di kantor tvOne. PDIP sudah menegur pihak yang terlibat dan akan menyelidiki lebih lanjut kemungkinan pihak ketiga yang sengaja menyulut serta mengambil keuntungan dari permasalahan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto melihat bahwa saat ini Indonesia sedang berada pada transisi kepemimpinan yang sangat krusial. Seluruh dunia melihat Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, jika tampuk kekuasaan jatuh ke tangan yang salah, maka ditakutkan nantinya akan menimbulkan perpecahan di negeri ini.
"Kita tidak menginginkan kejadian seperti di Mesir, Suriah, Thailand dan lain-lain terjadi di Indonesia," kata Hasto menerangkan.
Oleh karena itu, Hasto bersama tim mengimbau kepada seluruh anggota, kader juga simpatisan untuk menghormati dan taat sepenuhnya pada hukum. Dan terkait pemberitaan yang dilakukan oleh tvOne, timnya akan melapor ke Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Kepolisian Indonesia.
Sebelumnya, pada Rabu (2/7) malam, kantor pemberitaan tvOne di Pulogadung, Jakarta Timur, dan Yogyakarta didatangi massa organisasi sayap PDIP, yaitu Perjuangan Demokrasi (Repdem).
Kantor tvOne dicorat-coret dan disegel paksa. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes pemberitaan yang menuding PDIP adalah orang-orang Partai Komunis Indonesia.
(trq/trq)










































