Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow berpendapat kecemasan tim pemenangan Jokowi-JK beralasan karena pengalaman-pengalaman sebelumnya yang terjadi.
Jeirry menyoroti peta kerawanan manipulasi dalam proses rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilpres. Pertama yaitu daerah-daerah yang aksesnya sangat susah. “Ini menyangkut transportasi dan komunikasi,” kata Jeirry saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun yang ketiga yakni daerah-daerah yang kepala daerahnya menjadi tim sukses dari salah satu pasangan calon. “Itu semua rawan terjadi manipulasi suara,” ujarnya.
Jeirry menyebutkan kecemasan tim Jokowi-JK terkait dukungan SBY ke Prabowo-Hatta masuk dalam poin yang ketiga yaitu akan menggunakan jaringan kepala daerahnya. Namun Jeirry lantas mengingatkan, PDIP juga memiliki banyak kader-kader yang menjadi kepala daerah.
Dia menekankan, di daerah-daerah relatif tidak terawasi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Padahal banyak pejabat incumbent di daerah yang menggunakan fasilitas negara tapi untuk kepentingan urusan kampanye. Misalnya, difasilitasi segala keperluannya. “Urusan dinas dan kampanye jadi satu.”
(brn/erd)











































