Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku sudah mendapatkan laporan tentang rekan Arfiand sesama siswa pencinta alam SMA 3 Jakarta yang meninggal karena kegiatan Pembinaan Mental di Tangkuban Perahu beberapa waktu lalu.
"Kita sangat menyesali ini dan kita sangat marah. Saya setuju stop dulu kegiatan alam-alam," kata Basuki di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Kamis (3/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut kita nggak perlu. Nggak perlu model itu. Kenapa nggak dititipin tentara aja kalau mau dilatih mental," ujarnya.
Menurutnya, energi para siswa ini seharusnya dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif. Pembinaan mental ini bisa dilakukan dengan cara kerja sosial seperti membantu pembersihan kali di Jakarta layaknya kegiatan Kopassus yang membersihkan Kali Ciliwung.
"Kopassus aja bisa, ya harusnya bisa seperti itu juga. Diganti pekerjaan sosial," sambungnya.
Sebelumnya, Padian (16), siswa kelas X SMA 3 Jakarta ini diketahui meninggal dunia setelah sebelumnya dirawat di RSHS Bandung.
(bil/jor)











































