Kondisi ini menggerakkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk turut buka suara. Ketua Umum MUI Din Syamsuddin menyerukan kepada seluruh pihak agar menyelenggarakan kampanye secara damai.
"Saya minta semua pihak untuk dapat mengendalikan diri khususnya dalam Bulan Ramadan dan menjelang hari H pemilu agar menciptakan suasana tenang dan aman," kata Din di kediamannya, Jl Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan akhirnya masyarakat di lapisan bawah terkotak dalam kepentingan menggoyahkan sendi persatuan kita. Termasuk karena proses pilpes menampilkan isu sara khususnya keagamaan," tuturnya.
Ia juga mengimbau kepada timses dan seluruh pendukung kedua pasangan capres cawapres untuk menghentikan kampanye hitam. Sebaliknya, para pendukung dan timses lebih baik menampilkan hal positif yang sesuai dengan visi misi capres-cawapres yang didukungnya.
"Stop segala bentuk intrik yang brsifat fitnah atau ghibah. Terutama untuk kedua pihak capres cawapres, jangan menambah ketegangan karena harga stabilitas sosial kita trlalu mahal," tutupnya.
(kff/jor)










































