Usai disalatkan, jenazah Padian dibawa ke TPU Menteng Pulo, Casablanca, Jakarta Selatan, Kamis (3/7/2014) siang. Ada ratusan kerabat almarhum yang memadati lokasi.
Tangisan pilu keluarga serta sahabat pun pecah tatkala jenazah Padian diangkat dan dimasukkan ke dalam liang kubur. Beberapa rekan Padian di SMU 3 terlihat saling berpelukan sambil menangis sesenggukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padian meninggal setelah 13 hari dirawat di RSHS Bandung. Ia merupakan korban meninggal kedua setelah Arfiand Cesar Irhami. Keduanya diduga dianiaya oleh para seniornya saat ekskul pecinta alam berkegiatan di Tangkuban Perahu.
5 Tersangka kasus penganiayaan itu kini sudah dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu dan Rutan Salemba, salah satunya perempuan.
Sebelumnya di rumah duka, keluarga menyebut Padian anak yang baik. Ia anak pertama dari dua bersaudara. Padian meninggal di usia 16 tahun 6 bulan pada Kamis (3/7/2014) pukul 4.30 WIB setelah dirawat 13 hari di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat.
"Padian contoh baik anak negeri, selalu mendengarkan orangtuanya, rajin ibadah, selalu pergi ke masjid. Dia tidak pernah pilih-pilih teman dan dalam keseharian dia sederhana," ucap salah seorang keluarga mewakili ayah Padian di rumah duka.
"Apabila ada kesalahan dari Padian semasa hidup, mohon dimaafkan. Di sekolah atau di lingkungan sekolah pernah melakukan kesalahan yang sengaja maupun tidak, mohon dimaafkan," sambungnya.
(bar/jor)











































