Presiden SBY memberikan tujuh instruksi kepada jajaran Polri dan TNI untuk mengamankan Pilres 2014. Instruksi tersebut terkait dengan kecemasan sejumlah pihak akan potensi rusuh jelang dan pasca Pilpres 2014.
"Saya mendengar sejumlah kecemasan dari berbagai pihak kalau-kalau terjadi gangguan keamann, gangguan ketertiban dan sosial. Saya dengar respon dari berbagi kalangan dalam dan luar negeri yang mengkhwatirkan dua capres ini berimbang, maka bisa terjadi masalah. Setelah pemungutan suara dilakukan. Jika ada pihak-pihak yang kalah dan tidak bisa menerima kekalahan itu," ujar SBY.
Hal itu dikatakan SBY dalam jumpa pers di kantornya, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (3/7/2014). Atas kecemasan tersebut SBY menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Dalam rapat terbatas yang dipimpinnya pagi ini, SBY menjelaskan apa saja yang harus dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah, terutama Polri dan TNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY yakin jika Polri/TNI bekerjasama dengan baik, maka pilpres tahun ini akan berjalan damai dan demokratis sebagaimana yang terjadi pada pemilu 2004 dan 2009. Sejauh ini menurut SBY situasinya relatif aman dan tenang.
"Mari kita jaga terus jangan sampai berubah oleh niat dan sebab yang tidak baik dan ganggu yang akan merusak perjalanan demokrasi kita yang berlangsung dengan baik," imbaunya.
SBY juga meminta masyarakat internasional untuk mempercayakan kepada pemerintah Indonesia dalam hal keamanan dan pengamanan dalam proses pilpres 2014 ini.
"Negara sahabat, masyarakat internasional, kami akan bekerja sebaik-baiknya, menjaga keamanan negeri kami. Jalin
persahabatan dan kerja sama memekarkan demokrasi dan kerja sama dalam bentuk yang lain," tutupnya.
(mpr/jor)










































