"(Sama seperti) gile lu.. Itu kan informasi akun saya pribadi. Itu biasa. Informal. Jangan sensitif dengan itu. Kalau diperiksa jutaan kata dalam twitter stres kita. Ambil mudahnya saja. Saya belum pernah menghina orang," kata Fahri Hamzah.
Hal itu disampaikan usai memberikan klarifikasi kepada Bawaslu soal kicauan 'sinting' di akun twitternya di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakpus, Kamis (3/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi PKS itu justru mengatakan, ucapannya diputarbalikkan dan dianggap tak hanya menyerang Jokowi tapi juga santri dan pesantren oleh tim Jokowi-JK sehingga dilaporkan ke Bawaslu.
"Saya menutup (kicauan) dengan bahasa informal yang sering dikatakan anak muda, tapi dipersoalkan dan diputar seolah saya anti kiai, anti santri, anti pesantren dan anti Jokowi," ujarnya.
"Padahal saya santri, saya dirikan beberapa pesantren. Mana mungkin santri yang dirikan pesantren anti santri dan kiai," tegas anggota komisi III DPR itu.
Namun Fahri mengatakan tak masalah jika kemudian ekspresinya itu dihukum sebagai ketersinggungan atau dianggap sebagai pelanggaran kampanye oleh tim lain, selama diselesaikan di lembaga hukum.
"Saya siap klarifikasi kalau dianggap selesai. Kalau ada pihak lain melakukan hal tertentu tidak ada masalah ini negara hukum, kita patuh pada lembaga negara asal jangan pakai ke-kera-an," ucapnya.
(bal/trq)











































