Semua Pelabuhan di Aceh Diyakini Rusak Parah

Semua Pelabuhan di Aceh Diyakini Rusak Parah

- detikNews
Senin, 27 Des 2004 10:32 WIB
Jakarta - Sampai saat ini belum ada data mengenai bagaimana kerusakan pelabuhan-pelabuhan di Aceh akibat gempa dan gelombang Tsunami. Namun, pelabuhan-pelabuhan itu diyakini rusak parah, termasuk pelabuhan Sabang. Departeman Perhubungan masih mendatanya. "Dilihat dari dahsyatnya gelombang Tsunami, sepertinya rusak parah. Tapi, kami masih mendata seberapa besar kerusakannya. Sampai sekarang belum ada laporan, kita tunggu saja," kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa kepada detikcom, Senin (27/12/2004). Aceh merupakan daerah yang memiliki cukup banyak pelabuhan, karena memang dikelilingi laut. Jumlah tepatnya 13 pelabuhan laut. Antara lain, pelabuhan Malahayati yang terletak di pantai utara Aceh dan masih berlokasi di Aceh Besar. Pelabuhan ini diklasifikasikan dalam pelabuhan laut kelas tiga dengan dermaga sepanjang 100 m dan kedalaman 6-7 m. Pelabuhan Malahayati ini meliputi pelabuhan khusus PT Semen Andalas Indonesia yang terletak di Lhoknga dan Dermaga khusus Pertamina Depo Krueng Raya yang terletak di Krueng Raya. Selain itu ada Pelabuhan Kuala Langsa yang diklasifikasikan sebagai pelabuhan kelas 4 untuk melayani perdagangan internasional. Dermaga ini memiliki panjang 100 m dan kedalam 8,1 m. Juga ada pelabuhan Sabang yang diklasifikasikan sebagai pelabuhan kelas 4 untuk melayani perdagangan internasional. Dermaga ini memiliki panjang 328 m dan kedalaman 7,5 m. Selain itu juga ada pelabuhab Blang Lancang untuk ekspo LNG dan Condesat, pelabuhan pupuk Asean dan pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe. Pemulihan Telekomunikasi Jadi Prioritas Pada kesempatan itu, Menhub Hatta Rajasa juga telah memerintahkan kepada Dirjen Postel untuk segera memulihkan telekomunikasi di Aceh. Untuk sementara, pemerintah telah mengirimkan 17 unit pesawat telekomunikasi satelit (PSN). Ke-17 unit PSN ini akan diberikan kepada posko-posko penanggulangan bencana dan daerah-daerah terpencil. "Dengan adanya telekomunikasi sementara ini, maka pemerintah dapat segera menginventarisir kerusakan-kerusakan dan korban untuk segera disampaikan kepada pemerintah," kata Hatta. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads