“Kita hanya warning, kita tidak mau kehormatan Partai, Ibu Mega, dan Pak Jokowi dilecehkan. Kita akan laporkan saja ke polisi," kata Tjahjo kepada detikcom, Kamis (3/7/2014).
PDIP tidak terima dengan pemberitaan di tvOne yang, menurut Tjahjo, memfitnah PDIP seolah mengusung kader PKI, dan bermusuhan dengan TNI AD. Untuk itu, dia mengatakan pihaknya akan melaporkan hal ini ke Kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PDIP juga akan minta dukungan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menangani kasus ini. Namun untuk yang terakhir ini, Tjahjo bilang pihaknya tak akan terburu-buru.
“Komisioner KPI pasti kita minta dukung proses pidana setelah pihak PDIP laporkan secara resmi, tapi nanti setelah 9 Juli. Kita konsentrasi Pilpres berjalan aman demokratis dulu,” ujarnya.
Hingga saat ini, Tjahjo masih berada di Semarang, Jawa Tengah. Dia akan segera menuju Jakarta dan menemui pihak stasiun televisi yang beritanya dipermasalahkan oleh PDIP itu.
“Saya hari ini di Semarang, besok ke kembali Jakarta. Saya akan datang baik-baik ke Redaksi tvOne, ketemu Wapemred, Redpel tvOne, diskusi. Apapun, pers adalah mitra partai dalam perjuangan,” tandas anggota Komisi I DPR ini.
(dnu/ros)











































