Ini Penjelasan KPU Soal Surat Suara Bergambar Satu Calon di Hong Kong

Ini Penjelasan KPU Soal Surat Suara Bergambar Satu Calon di Hong Kong

- detikNews
Rabu, 02 Jul 2014 19:45 WIB
Ini Penjelasan KPU Soal Surat Suara Bergambar Satu Calon di Hong Kong
Foto surat suara yang diterima salah seorang WNI di Hong Kong (dok. Eva Sundari)
Jakarta - KPU membantah temuan soal adanya surat suara yang hanya bergambar satu pasangan calon di Hong Kong. Komisioner KPU yang membidangi logistik Arief Budiman, menyatakan pihaknya sudah mengecek dan tidak ada temuan itu.

"Saya sudah melakukan pengecekan ke biro logistik, dan logistik cek ke biro perencanaan bahkan kita sampai (cek) ke Hong Kong. Sampai hari ini tidak ada yang hanya satu pasangan calon," kata Arief Budiman di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Rabu (2/7/2014).

Arief menuturkan, pihaknya bahkan sudah mengecek ke perusahaan percetakan yang memproduksi surat suara untuk luar negeri, hasilnya tidak ada surat suara yang dicetak hanya menampilkan satu pasangan calon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita cek di percetakan, platnya kita cek, pengawas kita juga kami tanyakan, apakah ada dalam proses cetak," ujarnya.

KPU justru mempertanyakan pihak yang menyebar informasi tersebut. Seolah ada surat suara yang sengaja dicetak oleh KPU dan KPU dianggap tidak netral. "Itu sumber dari mana, tidak bisa itu seakan-akan dikatakan valid," ucapnya.

"Jangan mudah terprovokasi informasi yang tidak benar, saya mengkonfirmasi langsung kepada orang yang dituding menerima barang yang salah itu. Jadi itu tidak benar," tegasnya.

Sebelumnya, temuan surat suara yang hanya bergambar Prabowo-Hatta didapati politisi PDIP Eva Kusuma Sundari dari salah seorang WNI di Hong Kong. Ia heran karena tak ada gambar Jokowi-JK dalam surat suara tersebut.

"Jadi ada laporan tentang surat suara yang aneh. Ketika surat yang dikirim ke masing-masing alamat pemilih itu dibuka, hanya terdapat nomor satu dan foto Prabowo-Hatta. Tidak ada foto Jokowi-JK," kata Eva saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (2/7/2014).

Eva mengatakan, pihaknya akan terus mencari tahu apakah ada negara-negara lain yang juga memiliki permasalahan serupa. Karena jika dibiarkan, tentu hal ini akan merugikan kubu Jokowi-JK.

"Saya sudah menerima laporannya. Ada dua TKI dan satu artis. Selanjutnya akan kita cari tahu lagi apa ada yang lain," imbuh anggota Komisi Hukum DPR ini.

(iqb/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads