Menurut siaran pers resmi Humas DPP PKS, para demonstran yang mengaku santri tersebut datang ke Kantor DPP PKS di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2014), pada saat pengurus PKS sedang melaksanakan salat ashar.
Dengan menggunakan satu kendaraan bak terbuka sebagai pengangkut pengeras suara, pemimpin rombongan langsung berorasi begitu sampai dan mengindahkan ajakan untuk salat ashar terlebih dulu sebelum berdemo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Bidang Hubungan Masyarakat DPP PKS Dedi Supriadi menilai demo tersebut sebagai bumbu persaingan Pilpres. 'Ini bagian dari persaingan capres saja. Mereka tak bersedia berdialog, bahkan ajakan untuk salat ashar sebelum berdemo juga tidak ditanggapi," ujar Dedi.
Dedi menyesalkan para pendemo tidak mengetahui persoalan apa yang mereka tuntut. "Yang hadir cuma sedikit, bahkan ada banyak anak-anak yang hadir. Mereka terlihat sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan orang yang berorasi," tutur Dedi.
Ia menyayangkan bila ada pihak-pihak yang mempolitisir santri dan pondok pesantren untuk kepentingan membela capres tertentu. Dia juga melihat dalam demo tersebut terlihat upaya mengatasnamakan santri, padahal ketika ditanyakan mereka bukanlah siswa pesantren.
(van/nrl)











































