Ramadhan menilai Obor Rakyat merupakan produk jurnalistik sehingga seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. Menurutnya, tindakan tim sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla melaporkan pembuat tabloid tersebut adalah contoh sikap seseorang yang tidak bisa menerima perbedaan pendapat.
"Dewan pers melakukan langkah gegabah tanpa mendengarkan kesaksian Darmawan Sepriyossa atau Setyardi Budiono. Dengarkan dulu keterangan dari orang tersebut. Apakah semua koran atau majalah diperiksa seperti itu?" kata Ramadhan saat diwawancarai di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Rabu (2/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria kelahiran Pematang Siantar ini juga menyarankan sebaiknya Jokowi melawan menggunakan tabloid juga. "Pembelaan saya terhadap Obor Rakyat sama ketika Arswendo ditangkap dulu karena opininya di tabloid Monitor," ujar Ramadhan.
Mantan wartawan ini curiga apabila Jokowi terpilih sebagai presiden, ia akan menutup beberapa media massa apabila berbeda pendapat dengan dirinya. "Justru sikap tiran fasis ada di pihak Jokowi. Fasis dalam artian merasa diri paling benar, orang lain salah," kata Ramadhan.
Sementara itu, ia meyakinkan apabila hal tersebut terjadi pada Prabowo-Hatta, ia akan mengingatkan Prabowo untuk dapat berpikir jernih. "Selama ini banyak media yang memfitnah Prabowo, tidak dipenjarakan oleh kami," ujarnya.
(trq/van)










































