'Surat Cinta' Prabowo Nyasar ke Pendukung Jokowi-JK di Semarang

'Surat Cinta' Prabowo Nyasar ke Pendukung Jokowi-JK di Semarang

- detikNews
Rabu, 02 Jul 2014 15:59 WIB
Surat Cinta Prabowo Nyasar ke Pendukung Jokowi-JK di Semarang
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - 'Surat Cinta' dari capres Prabowo di Semarang ternyata tidak hanya ditujukan untuk kalangan guru. Sejumlah warga bahkan relawan pasangan Jokowi-JK itu pun menerima surat yang berisi permintaan dukungan untuk pasangan Prabowo-Hatta.

Wakil koordinator posko JKW4P Jateng, Latif mengatakan ada sekitar 500 pendukung Jokowi-JK di Semarang mendapatkan surat dengan amplop bergambar Prabowo itu. Surat diterima hari Selasa (1/7/2014) kemarin dan dikirim ke rumah masing-masing oleh petugas pos.

"Diterima kemarin, langsung dikirim ke rumah masing-masing. Warga saya di daerah Tambak Dalem ada yang dapat 10 orang," kata Latif saat dihubungi detikcom, Rabu (2/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini beberapa surat sudah berada di posko JKW4P Jateng. Latif menegaskan meskipun ada surat dari Prabowo, para relawan Jokowi-JK tetap militan mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut dua itu.

"Mereka jelas tidak bakal terpengaruh. Dari data yang ada sudah sekitar 500 orang yang dapat," tegasnya.

Latif menduga nama dan alamat pada "surat cinta" dari Prabowo itu didapatkan dari data warga yang memiliki kartu miskin. Dikhawatirkan ada indikasi keterlibatan dari paguyuban RT RW. Beberapa daerah yang dikirimi surat tersebut diantaranya Tambak Dalem, Tanah Mas, Kebonharjo, dan Kaliwiru.

"Jadi yang dapat itu tidak sembarangan, semua warga yang memiliki kartu miskin. Diduga ada indikasi dari paguyuban RT RW atau orang yang memiliki data pemilik kartu miskin," jelas Latif.

Menurutnya surat tersebut tidak menjadi masalah karena bentuk kampanye dan tidak ada ajakan untuk mencoblos dalam isi surat.

"Ini kan masih masa kampanye, jadi tidak apa-apa. Lagipula kami tidak terpengaruh," ujarnya.

Sebelumnya, 'surat cinta' Prabowo ditujukan kepada guru di SMAN 13 dan SMAN 16 Kota Semarang. Namun puluhan surat itu teronggok di meja karena bertepatan dengan liburan sekolah. Surat untuk guru itu menurut Panwaslu melanggar UU Pilpres nomor 42 Tahun 2008 yang melarang kampanye di lingkungan sekolah.

(alg/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini