Jokowi Dicurhati Buruh yang Tak Kunjung Jadi Karyawan Tetap di Sukabumi

Jokowi Dicurhati Buruh yang Tak Kunjung Jadi Karyawan Tetap di Sukabumi

- detikNews
Rabu, 02 Jul 2014 13:16 WIB
Jokowi Dicurhati Buruh yang Tak Kunjung Jadi Karyawan Tetap di Sukabumi
Sukabumi - Capres nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) melakukan kampanye terbuka di kawasan pabrik garmen PT Daehan Global, Sukabumi, Jawa Barat. Pada kesempatan itu Jokowi mempersilakan buruh untuk menyampaikan aspirasi.

"Ayo ada yang mau ngomong ndak? Kalau ada tunjuk jari, nanti saya suruh ke depan," ucap Jokowi di atas panggung kecil setinggi satu meter, Rabu (2/7/2014).

"Itu ibu-ibu yang di sana ayo maju ke depan. Ayo naik sini," lanjut dia setelah beberapa saat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama kemudian seorang perempuan memakai kemeja biru muda naik ke panggung. Dia merupakan buruh pabrik tersebut.

"Saya Rina dari hang 3. Ini katanya temen-temen bilang nggak ada pengangkatan karyawan tetap, mereka mau tanya tapi takut di DO katanya," kata perempuan itu yang kemudian disambut sorak sorai 6.000 buruh yang hadir.

Kemudian ada lagi seorang perempuan dari Forum Perempuan Kabupaten Sukabumi. Perempuan berbaju putih yang bernama Ifikah ini menyampaikan aspirasi soal hubungan buruh dan perusahaan.

"Saya minta kerja sama perusahaan dan buruh menjadi salah satu ukuran kesejahteraan," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi menjawab dengan program yang telah dia lakukan di Jakarta. Jawaban itu disambut tepuk tangan para buruh.

"Yang paling penting pekerja dan pengusaha harus saling bicara dan ngomong. Karena ada satu paket. Kalau perusahaan tak sanggup bayar dan tutup kan yang rugi kan semuanya. Tetapi kalau upah minimum tak dipenuhi kita tanya perusahaan. Kalau ada konflik ya negara harus hadir," jawab Jokowi.

"Musyawarah dengan baik. Cari pemerintah buat mediasi, seperti yang selama ini saya lakukan di Jakarta setiap ada konflik antara buruh dan pengusaha," lanjut dia.

(bpn/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads