Sedianya, Rizki menggunakan taksi itu untuk menuju ke Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka cuti pulang ke kampung halamannya dari Pasuruan, Jawa Timur. Ia menumpang taksi itu dari Mako Brimob Kelapa Dua.
"Sesampainya taksi yang ditumpangi korban di Halte UI, di situ dalam keadaan gelap. Taksi dicegat 5 motor yang berboncengan sekitar 10 orang. Kemudian ada yang menyatakan 'berhenti..berhenti'," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian sopir taksi berhenti, dengan pertimbangan dia kalau nggak berhenti terus menabrak motor takut nyangkut motornya malah nanti nggak bisa jalan mobilnya dan nanti malah jadi sasaran," paparnya.
Setelah taksi berhenti, para pelaku lalu turun dari atas motor. Mereka memecahkan kaca jendela samping kiri depan, tempat di mana Rizki duduk. Kemudian korban ditarik keluar dari dalam taksi.
"Saat itu, sopir sempat bilang 'saya bawa penumpang Brimob'. Kemudian pelaku juga mengatakan 'saya juga Brimob'," lanjutnya.
Setelah ditarik keluar, Rizki dianiaya para pelaku. Tanpa bisa melakukan perlawanan, ia ditusuk berkali-kali oleh pelaku, di bagian punggung dan kepala. Hingga akhirnya Rizki ambruk dan bersimbah darah.
"Selanjutnya para pelaku melarikan diri," pungkasnya.
(mei/ndr)










































