"Belum, sedang disidik," ujar Kabareskrim Komjen Suhardi Aliyus di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (2/7/2014).
Suhardi mengatakan pihaknya belum mengetahui motif pembacokan tersebut. Pelaku juga masih diburu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa sadis tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, bertepatan dengan HUT Polri ke-68, 1 Juli.
Rizky berangkat dari messnya di Ksatrian Amji Attak menggunakan taksi untuk selanjutnya menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pada pukul 00.00 WIB, Rizky dijemput sopir taksi bernama Tochari bin H Tajuli ke mess
tersebut.
Setibanya di perjalanan dekat Halte UI, Jl Akses UI, Depok, 10 kawanan pria berambut cepak menghampirinya. Para pelaku yang menggunakan 5 unit motor bebek langsung mengepung taksi yang ditumpangi Rizky.
Para pelaku memecahkan kaca belakang taksi dan langsung menikam Rizky bertubi-tubi. Akibat peristiwa itu Rizki tewas bersimbah darah. Ia tewas dengan luka 5 sabetan parang di bagian kepala dan punggung.
Hasil olah TKP tidak ditemukan barang korban yang hilang. Artinya, pelaku hanya menyasar korban dan bukan bermaksud untuk mencuri. Sopir taksi juga tidak terluka.
(mpr/ndr)











































