Cawapres Hatta Rajasa menggelar dialog dengan warga Cipacing, Jatinangor, Sumedang. Seorang warga mengaku mendukung Prabowo-Hatta karena terkesan dengan kopiah hitam yang selalu dikenakan.
Hatta menggelar dialog dengan warga Cipacing di aula Rumah Makan Sukahati, Cipacing, Sumedang, Rabu (2/7/2014). Pada acara dialog ini, hadir beberapa perwakilan elemen masyarakat seperti para anggota Pepabri Jatinangor Sumedang, mahasiswa, perajin dan pengusaha senapan angin, serta perwakilan serikat pekerja.
Salah satu perwakilan pedagang meminta penataan ulang kaki lima di wilayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal tersebut, Hatta mengatakan bahwa UKM dan pedagang tradisonal harus dibangun serta tidak boleh digusur menjadi mal. Pasar tradisonal, kata Hatta, merupakan basis ekonomi rakyat.
"Pasar tradisonal kita tingkatkan sampai tingkat kecamatan, desa. Ketika saya Menko, saya buat peraturan PKL tidak boleh digusur sebelum mendapat tempat, istilahnya pemberdayaan PKL. jadi di dalam Perpres itu harus diberdayakan, jadi wali kota, bupati, wajib membuat PKL aman tidak digusur-gusur," katanya.
Sementara itu, warga Cipacing lainnya mengaku terkesan dengan Prabowo-Hatta karena kerap mengenakan peci hitam.
"Ada sesuatu yang sangat membuat saya simpati dengan Pak Prabowo-Hatta, bukan karena apa, hanya karena sering pakai kopiah. Ini dekat dekat dengan syariat Islam. Lalu pun toh ada harapan saya ke Pak Probowo, semoga tidak ada lagi yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad," kata warga yang tak menyebutkan namanya.
(idh/trq)











































