Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, ada 43 rumah yang belum teraliri listrik dari total 123 rumah yang ada. "Listrik belum nyala dari bulan Maret lalu, masih ada beberapa rumah yang belum teraliri listrik meskipun box meteran listrik telah terpasang," kata Dwi, Rabu (2/7/2014).
Dwi menambahkan bahwa hal ini telah dilaporkan ke pihak PLN setempat. Namun, tanggapan yang diberikan tidak sesuai harapan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut warga yang melakukan pelaporan, pihak PLN menyerahkan permasalahan ini ke Dinas Perumahan sedangkan Dinas Perumahan kembali menyerahkan permasalahan ini pada pihak kontraktor perumahan tersebut.
Hal ini menyebabkan warga setempat membuat sambungan listrik yang bersifat ilegal. Warga mengaliri rumah yang belum teraliri listrik dengan menyambungkan kabel aliran pada rumah yang listriknya telah menyala.
"Ini memang ilegal, tapi mau gimana lagi," kata salah seorang warga.
Permasalahan yang terjadi tidak hanya pada aliran listrik. Kondisi air PAM di kampung ini juga cukup memprihatinkan. Berdasarkan pantauan detikcom, air PAM yang mengaliri perumahan ini berwarna sedikit kekuningan dan keruh. Dari air tercium juga bau kaporit yang cukup pekat.
"Menurut pihak PDAM ini hanya awal-awal saja karena ini aliran baru, tapi sekarang sudah hampir 5 bulan air masih keruh," kata Dwi
Hingga saat ini warga masih menggunakan sumur buatan untuk keperluan memasak dan mencuci. "Air sumur ini masih lebih bersih dari pada air PAM," kata Dwi
"Kami masih berharap adanya penanganan dari pihak PDAM mengenai masalah ini," tambah Dwi.
(jor/jor)











































