"Zaman segini masih ada orang yang berpikir dan khawatir pemerintahan akan kembali seperti zaman Orde Baru. Anak Sekolah Dasar (SD) pun tahu bahwa Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi yang terbuka dan maju dan masuk dalam kategori terbesar di dunia setelah reformasi," ujar Ali di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (2/7/2014), dini hari.
Politikus Partai Golkar itu menganggap elektabilitas Prabowo-Hatta terus meningkat sehingga unggul di beberapa hasil survey. Hal ini yang membuat kubu lawan panik sehingga mengeluarkan psywar negatif demi mendapatkan perhatian publik. Justru, dia prihatin dengan pernyataan Guruh ini yang sebenarnya fatal dan sesat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjutnya, dia menegaskan kalau pasangan Prabowo-Hatta berkomitmen membangun Indonesia dengan sistem yang terbuka (open management) dalam pemerintahannya mendatang. Ali meyakini kalau Prabowo-Hatta bisa menjaga dan merawat Indonesia sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah.
"Berkali-kali Prabowo Hatta menyebutkan mandat rakyat itu bermakna kedaulatan sepenuhnya ada di tangan rakyat, artinya rakyat yang berdaulat atas segala sesuatu yang terjadi di republik ini," kata Anggota DPR periode 2004-2009 itu.
Sebelumnya, politikus PDIP Guruh Soekarno Putra menyebut kalau Joko Widodo gagal di Pemilu Presiden maka peluang munculnya Orde Baru bakal kembali muncul. Sindiran ini ditujukan kepada capres Prabowo Subianto yang merupakan mantan menantu Presiden kedua RI, Soeharto.
"Karena saudara-saudara ini kader Bung Karno, kita harus memilih Jokowi. Karena kalau memilih yang lain maka saya melihat akan ada orde baru yang bangkit," kata Guruh di Jakarta, Selasa (1/7/2014).
(hat/jor)











































