"Tidak ada firasat apa-apa," kata Riyana ditemui di rumah duka Dusun Popohan, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, Selasa (1/7/2014) malam.
Meski demikian, lanjut Riyana, sebelum pulang untuk cuti, Rizki meminta ibunda dan ayahnya yang bekerja pada sebuah proyek HPH di Kalimantan pulang ke Pasuruan.
"Dia minta kami pulang agar bisa bersama-sama di rumah. Mumpung dapat cuti katanya," ujar Riyana terisak tangis memegang foto putranya.
Riyana terus berujar bahwa ia masih tak percaya putranya meninggal apalagi dengan cara yang tragis. Pasalnya meski berjauhan, setiap hari ibu-anak ini selalu berhubungan melalui telepon maupun SMS.
Rizki merupakan bungsu dua bersaudara yang selama ini dikenal baik dan penurut kepada orang tua. Baik dia maupun kakaknya, Tomas G (23), kata Riyana, merupakan anak yang berbakti.
(rna/rna)











































