"Saya mendapat kabar dari kakak saya di Jakarta pukul 07.00 tadi pagi. Saya masih nggak percaya," kata Riyana ditemui di rumah duka Dusun Popohan, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, Selasa (1/7/2014) malam.
Riyana dan suaminya Budi Utomo (50), yang bekerja di Kalimantan langsung pulang ke Pasuruan begitu mendapat kabar tersebut.
"Dia anak yang baik, saya nggak terima. Saya harap pelaku segera ditangkap dan diberi hukuman berat," ujar Riyana sambil terisak tangis dan memegangi foto putranya.
Riyana menyatakan, meski berjauhan dengan anaknya, keduanya selalu berkomunikasi setiap hari melalui telepon maupun SMS. "Nyawa dibayar nyawa, wong saya cuma punya anak dua," tukasnya.
Menurut Riyana, Rizki belum setahun berdinas sebagai polisi. Sehabis lulus pendidikan di Purwokerto, ia ditempatkan di Jakarta dan pernah bertugas di Ambon.
Rizky merupakan lulusan SMA Maarif Purwosari. "Selama sekolah dia tak pernah ada masalah. Saya tak pernah dipanggil ke sekolah gara-gara dia. Dia penurut dan rajin salat," pungkas Riyana.
Hingga pukul 21.00, jenazah Rizky belum tiba di rumah duka. Puluhan kerabat, teman dan sesama anggota Brimob seangkatannya masih setia menunggu.
(rna/jor)











































