"Diimbau kepada para pengguna jalan yang melintasi area tersebut agar berhati-hati dan mengikuti rambu-rambu lalu lintas yang ada serta mengikuti arahan dari petugas," kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta M Nasyir dalam siaran pers, Selasa (1/7/2014).
Menurut Nasyir, jumlah lajur tetap dipertahankan seperti pada tahap sebelumnya. Pada sisi barat area konstruksi, jumlah lajur ke arah utara (arah Monas) terdapat 3 lajur normal dan 1 lajur Transjakarta yang dapat digunakan bersama dengan kendaraan lain.
Di sisi barat ini, terdapat pula 2 lajur normal dan 1 lajur TransJ ke arah selatan (arah Bundaran HI) dikarenakan terjadinya pergeseran area kerja konstruksi ke sisi timur. Sedangkan jumlah lajur ke arah selatan yang berada di sisi timur area konstruksi terdapat 3 lajur normal.
Nasyir mengingatkan kembali kepada masyarakat khususnya para pengguna jalan yang melintas, bahwa akan sering terjadi pergeseran area kerja konstruksi di lokasi tersebut yang akan berdampak adanya rekayasa lalu lintas.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan, tahap pekerjaan yang tengah dilakukan merupakan kelanjutan dari tahapan konstruksi skala besar di Bundaran HI.
"Pekerjaan penggalian stasiun di Bundaran HI sejauh ini berlangsung cukup lancar dan sesuai dengan jadwal. Dampak terhadap lalu lintas memang cukup terasa, terutama karena adanya perubahan lajur dari sisi timur ke sisi barat atau sebaliknya secara bergantian," kata Dono.
(nik/nrl)











































