"Itu kan teman-teman Demokrat (yang mendukung Prabowo-Hatta). Tapi kalau yang mendukung SBY itu dilema benar negeri ini," kata Jusuf Kalla di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2014).
Sebab, menurut JK, SBY merupakan salah satu petinggi TNI yang turut memecat Prabowo pada tahun 1998 silam. Sehingga menurutnya sangat aneh jika tiba-tiba Ketua Dewan Pembina partai Demokrat ini berbalik arah mendukung Prabowo.
"Beliau kan termasuk memecat Pak Prabowo, tiba-tiba didukung menjadi panglima tertinggi. Bagaimana Pak SBY nanti," katanya.
Partai Demokrat sebelumnya menyatakan netral dalam pilpres 2014. Namun 2 hari lalu, partai berlambang bintang mercy ini resmi menyatakan dukungannya untuk pasangan Prabowo-Hatta.
(kff/trq)











































