Guru di Purbalingga yang Sudah 7 Tahun Meninggal Juga Terima Surat dari Prabowo

Guru di Purbalingga yang Sudah 7 Tahun Meninggal Juga Terima Surat dari Prabowo

- detikNews
Selasa, 01 Jul 2014 16:15 WIB
Guru di Purbalingga yang Sudah 7 Tahun Meninggal Juga Terima Surat dari Prabowo
Purbalingga - Ramainya surat kiriman dari calon presiden (Capres) nomor urut satu, Prabowo Subianto yang ditujukan pada para guru-guru sempat jadi pergunjingan. Bukan hanya para guru yang masih aktif mengajar.

Tapi, surat dari Prabowo Subianto itu juga dikirimkan pada tiga guru SMPN 1 Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah yang sudah meninggal. Bahkan satu guru yang sudah tujuh tahun meninggal pun ikut mendapatkan surat tersebut.

Dari informasi yang dikumpulkan, guru dimaksud yakni Sudjatno, guru mata pelajaran seni budaya di SMPN 1 Bukateja, Purbalingga yang sudah meninggal dunia sejak tahun 2007, karena sakit. Sementera dua guru lainnya di SMPN 1 Bukateja yang juga sudah meninggal pada tahun 2013 lalu, yakni Sudjasno (guru Bahasa Inggris) dan Erna Novianti (guru IPS), juga menerima surat itu.

"Surat-surat itu dikirim lewat pos hari Sabtu (28/6) dan hanya ditumpuk dimeja tata usaha," kata salah satu guru yang tidak ingin disebutkan namanya. Selasa (1/7/2014).

Menurut dia, pada amplop surat itu bertuliskan surat pribadi Prabowo Subianto jika berkenan masukan Anda dapat dikirim ke PO BOX 880 JKP 188 atau SMS ke 082114000600.

"Surat ini juga dilengkapi dengan nama penerima surat yang dituju. Sedangkan, di bagian belakang amplop ada tulisan: harap dilingkari alasan retur kiriman, yakni alamat tidak jelas, penerima tidak dikenal, pindah, meninggal dunia, rumah kosong, ditolak, dan lain-lain," jelasnya.

Ternyata surat dari Prabowo tidak hanya diterima oleh kalangan guru-guru SMP di Purbalingga. Namun guru-guru SD juga banyak yang menerima. Bahkan, tidak hanya guru yang aktif masih mengajar. Tapi juga guru yang sudah mutasi ke SD lain, juga menerima. Malah para guru di SDN 2 Sumingkir, Kecamatan Kutasari sudah melaporkan penerimaan surat itu ke Panwaskab Purbalingga.

Sementara menurut Ketua Panwaskab Purbalingga, Heru Tri Cahyono mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari guru-guru SDN 2 Semingkir yang menerima surat itu, juga adanya temuan para guru SMP yang menerima surat itu.

"Ini sudah masuk pelanggaran administasi. Saya akan koordinasikan hal ini dengan Bawaslu Provinsi," kata Heru Tri Cahyono saat dihubungi wartawan.

Menurut dia, surat dukungan dari Prabowo ini memenuhi unsur kampanye. Surat itu berisi ajakan memilih dan visi misi capres-cawapres. Padahal, aturan pemilu melarang kampanye memanfaatkan fasilitas pemerintah maupun pendidikan.

"Yang jelas sekolah tidak boleh digunakan untuk kampanye apa pun bentuknya," tegasnya.

(arb/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads