Mantan pengacara Wiji, Jhony Nelson Simanjuntak, mengatakan, Thukul sudah hilang sejak sebelum Juli 1998. Keberadaannya misterius setelah dia beranjak dari Solo, Jawa Tengah. Dan ternyata Wiji tak kembali lagi ke koleganya.
"Setahu saya, sebelum bulan Juli Wiji sudah tidak ada. Dia yang pertama hilang, baru menyusul yang lain-lain. Dia dari Solo entah pergi ke mana, kan kalau ada kegiatan nggak selalu diberitahukan semua orang. Orang-orang pikir dia ke Jogja, tapi lama-lama dicari nggak ada, katanya ke Jakarta," tutur Jhony saat dihubungi detikcom, Selasa (1/7/2014).
Namun versi Andi Arief, sang penyair masih mengajak bertemu di bulan Juli 1998. Bahkan Andi sempat memberinya uang Rp 2 juta. Menanggapi hal ini, Nelson pun kaget.
"Pernyataan Andi Arief sangat mengagetkan dan dia harus bertangung jawab. Dia harus buktikan bahwa dia masih ada," kata mantan komisioner Komnas HAM ini.
Jhony bahkan menilai pernyataan Andi seperti membuka luka lama. Sebab, pihaknya sudah mencari-cari Wiji namun tak ada hasil yang cukup mencerahkan. Istri Wiji Thukul sendiri sudah stress memikirkan keberadaan Wiji. Tiba-tiba, suasana ini 'disambar' oleh pernyataan Andi.
"Kita sudah mencari dia sampai ke mana-mana di seluruh Indonesia, tapi tak ada jejaknya. Seluruh keluarga dan teman-teman luar negeri siapa tahu ada yang bawa, tapi juga tidak ada jejak. Ini membuka luka baru bagi kita," imbuh Jhony.
Andi harus membuktikan bahwa dia tidak berbohong atas keberadaan Wiji. Jhony mendorong agar staf Khusus Presiden Bidang Bencana tersebut menjelaskan pernyataannya itu ke keluarga Wiji.
(dnu/mad)











































