Buat Puisi 'Salam 5 Jari', Yuddy Chrisnandi Sindir Prabowo-Hatta

Buat Puisi 'Salam 5 Jari', Yuddy Chrisnandi Sindir Prabowo-Hatta

- detikNews
Selasa, 01 Jul 2014 13:08 WIB
Buat Puisi Salam 5 Jari, Yuddy Chrisnandi Sindir Prabowo-Hatta
Jakarta - Politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Yuddy Chrisnandy, membuat puisi baru berjudul 'Salam 5 Jari' yang berisi renungan untuk dipertimbangkan masyarakat sebelum menggunakan hak pilih pada Pilpres 9 Juli mendatang. Apa pesan politik tim sukses Jokowi-JK itu lewat puisi itu?

Dalam puisi yang disiarkan ke media, Selasa (1/7/2014) itu Yuddy menyentil pemimpin yang lantang berpidato namun tak tegas menentang ketum parpol koalisi yang berurusan dengan KPK. Yuddy juga menyindir capres yang bersegaram putih, namun tak mengecam penyebar fitnah lewat tabloid 'Obor Rakyat'.

Yuddy memang tak menyebut dengan jelas pasangan Prabowo dan Hatta Rajasa sebagai pihak yang disindirnya. Tapi pasangan capres nomor satu itulah yang mengenakan 'seragam' putih dengan lambang Garuda merah.

Berikut puisi Yuddy Chrisnandi selengkapnya:

Salam 5 Jari

'Bocor. Bocor...'
Begitu ia berpidato lantang.
Tapi, mengapa saat sejumlah parpol yang ketua umumnya jelas-jelas terduga koruptor Mendukungnya, dia tak berani menentang?
Hanya untuk menang?

Putih adalah seragamnya.
Tapi, mengapa tak pernah sepatah kata pun mengecam "obor rakyat" yang menyebar fitnah, Berkampanye hitam?
Hanya untuk menang?

Pancasila merah terpasang di dada kanan.
Tapi, mengapa ia membuka dukungan dari ormas yang jelas-jelas intoleran?
Hanya untuk menang?

Ketika bertatap muka di panggung televisi, ia selalu memberi tanda hormat dan berkata setuju.

Tapi, mengapa saat berkampanye, ia justru selalu mengumpat-umpat dan menghina: "Capres boneka! Capres kacung!"
Bukankah itu jauh dari sikap rasa penuh hormat?

Menyelamatkan 1 orang TKI dari ancaman hukuman mati dianggap sebagai jasanya.
Tapi mengapa ia terlibat penculikan 9 aktivis 1998 yang melawan rezim otoriter yang telah menghancurkan negeri? Hanya untuk menang?

Ia itu TEGAS atau TEGA?

Saatnya jeli mencermati, mana yang tak berambisi, berjuang untuk negeri dengan hati suci, dan mana yang sejak lama berambisi dan mengupayakan segala strategi.

Renungkanlah... Pilihlah dengan hati pada 9 Juli nanti."

Saat dikonfirmasi, Yuddy menyatakan apa yang dituliskannya itu bukan karena dirinya adalah timses, apalagi dibayar.

"Saya menulis ini hanya tergerak di hati karena mengetahui banyak informasi terdistorsi akibat banyak yang tidak berani atau terkalahkan oleh informasi bayaran yang penuh manipulasi," kata Yuddy.

(van/nrl)


Berita Terkait