Viktor Yushchenko Diprediksi Menangi Pilpres Ulang Ukraina
Senin, 27 Des 2004 06:20 WIB
Jakarta - Pemimpin opisisi Viktor Yushchenko diprediksi memenangi pemilihan presiden ulang di Ukraina. Menurut hasil exit poll yang diumumkan setelah pemungutan suara ditutup, Minggu (26/12/2004), Yushchenko meraih 56,5 persen suara sementara Perdana Menteri Viktor Yanukovich meraih 41,3 persen.Dilaporkan kantor berita Reuters, Senin (27/12/2004), exit poll yang kedua bahkan memberikan kemenangan kepada Yushchenko hingga 20 persen. Kemenangan ini disambut para pendukungnya di pusat Kiev, sebagian besar mengenakan pakaian khas berwarna oranye.Dilaporkan kantor berita Reuters, Senin (27/12/2004), exit poll yang kedua bahkan memberikan kemenangan kepada Yushchenko hingga 20 persen. Kemenangan ini disambut para pendukungnya di pusat Kiev, sebagian besar mengenakan pakaian khas berwarna oranye.Jika hasil resmi pemilu sesuai exit poll ini maka Yushchenko memiliki margin kemenangan yang cukup untuk menepis perlawanan hukum dari Yanukovich. Manajer kampanye Yushchenko, Oleksander Zinchenko, telah mengklaim kemenangan."Kita memasuki era baru," katanya. "Kita telah melalui pemilu sangat dramatis dan memecah belah dalam sejarah Ukraina, dan warga Ukraina menunjukkan mereka mampu memilih siapa presiden mereka."Perdana Menteri Viktor Yanukovich, yang sebelumnya didukung secara terbuka oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, menyatakan ia percaya akan memenangi pemilu, dan jika kalah akan memimpin oposisi yang keras jika kemenangan diraih Yushchenko."Saya sangat yakin kami akan menang," katanya. "Tapi jika kami kalah, akan ada oposisi keras. Mereka akan melihat apa sebenarnya yang dimaksud opisisi.Pemilu presiden ini digelar setelah Mahkamah Agung Ukraina membatalkan hasil pemilu sebelumnya yang dimenangi secara tipis oleh Viktor Yanukovich karena dianggap curang. Kubu Yushchenko yang didukung oleh Barat, khususnya Amerika Serikat dan Uni Eropa, menolak hasil itu dan menyerukan demonstrasi massal di jalan-jalan di Kiev selama dua pekan tanpa henti.Para pendukung Yushchenko yang dikenal dengan "kekuatan oranye" itu memblokade gedung-gedung pemerintah dan jalan-jalan kota sehingga melumpuhkan pemerintahan. Parlemen Ukraina kemudian melakukan sidang darurat dan voting secara rahasia, di mana mereka menyatakan mosi tidak percaya terhadap pemerintah.Tak lama kemudian MA memproses gugatan Yushchenko yang menyatakan bahwa pemilu berlangsung curang. Selang beberapa hari kemudian, MA menyatakan kemenangan Yanukovich dibatalkan dan pemilu diulang.
(gtp/)











































