"Fahri itu orang tidak tahu dan memahami sejarah Islam. 1 Muharam itu hari sakral, sebab hari itu merupakan momentum hijrah. Hijrah itu jangan hanya dimaknai simbolik dari Makkah menuju Madinah. Tapi juga revolusi mental bagian dari substansi hijrah. Hijrah dari pemerintahan yang korup menuju pemerintahan yang bersih," kata Nusron dalam siaran pers, Selasa (1/7/2014).
Usulan para kiai dan santri yang diamini Jokowi, yakni akan menjadikan 1 Muharam sebagai hari santri, menurut Nusron merupakan momentum hijrah menuju akhlakul karimah bangsa Indonesia yang dipelopori para santri. Sebagaimana dulu para santri Hasyim Asy'ari memelopori perang melawan sekutu pada 10 November 1945, kemudian dijadikan sebagai Hari Pahlawan.
"Kalau gagasan itu dianggap sinting, yang menganggap sinting berarti bahlul dan sontoloyo, dan tidak bisa memaknai hijrah dalam konteks santri di Indonesia," kata Nusron.
Nusron menuturkan, lebih baik Jokowi menebar kebaikan-kebaikan yang sifatnya inspiratif seperti hari santri, hari inovasi nasional, hari buruh, dibanding menebar janji kekuasaan dan kursi menteri kepada semua pendukungnya.
"Lagian dengan memberikan hari itu apakah mengganggu produktivitas bangsa Indonesia. Saya kira lebih banyak manfaatnya dari pada madharatnya," katanya.
"Janganlah di bulan puasa menilai gagasan orang dengan kebencian. Lebih baik banyak ngaji di bulan puasa," saran Nusron.
Tidak mengakui hari santri, bagi Nusron, berarti sama saja tidak mengakui peranan santri dalam menciptakan character and national building bangsa Indonesia, yang nasionalis, religius dan akhlaqul karimah. "Itu semua adalah peranan santri dan kiai," pungkasnya.
Tim kampanye Jokowi-JK melaporkan Fahri ke Bawaslu lantaran dianggap merendahkan capres Joko Widodo. Mereka melaporkan kicauan Fahri di twitter yang menyebut Jokowi 'sinting'.
Kicauan itu dilontarkan Fahri melalui akun twitternya @fahrihamzah pada 27 Juni 2014 sekitar pukul 10.40. "Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!" kicau Fahri.
Kicauan Fahri itu menanggapi janji Jokowi atas tuntutan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, Jawa Timur, agar menjadikan 1 Muharam sebagai hari santri nasional. Kini Bawaslu bersiap memanggil Fahri dalam waktu dekat.
(van/nrl)











































