Adik: Semoga Wiji Thukul Masih Hidup, Tapi Jangan Fitnah Tidak Ditangkap

Adik: Semoga Wiji Thukul Masih Hidup, Tapi Jangan Fitnah Tidak Ditangkap

- detikNews
Selasa, 01 Jul 2014 10:29 WIB
Adik: Semoga Wiji Thukul Masih Hidup, Tapi Jangan Fitnah Tidak Ditangkap
Jakarta - Wahyu Susilo, adik kandung Wiji Thukul, juga berharap sang kakak masih hidup. Namun dia tidak terima dengan pernyataan Andi Arief yang menyebut penyair yang juga aktivis 98 itu tidak ditangkap.

"(Pernyataan tidak ditangkap) Itu fitnah keji dan menyakiti hati keluarga," kata Wahyu saat dihubungi detikcom, Selasa (1/7/2014).

Menurut Wahyu yang aktivis buruh migran ini, ada sejumlah saksi yang melihat Thukul diculik. Semua sudah memberikan keterangan pada Komnas HAM.

Selain itu, pihak keluarga juga sudah selama 10 tahun melakukan pencarian. Namun tak pernah mendapat informasi apa pun dari Andi Arief, mantan aktivis PRD yang kini staf khusus Presiden SBY bidang bencana ini.

"Saya kira jelas investigasinya. Beberapa saksi memberikan kesaksian di Komnas HAM, ada juga dokumen pribadi," terangnya.

"Saya saja, yang adiknya, setelah peristiwa 27 Juli ditangkap oleh dia (aparat), ditanya macam-macam soal Thukul. Saya dipukulin dan disetrum selama 24 jam, mereka pengin tahu Thukul," tegasnya.

Meski begitu, sebagai adik kandung, Wahyu tetap berharap Thukul masih hidup. Namun bila diminta untuk meyakini sang kakak tidak diculik, Wahyu tidak mau.

"Itu tidak masuk akal, dan menghina perjuangan keluarga kita. Komnas HAM ada banyak kesaksian dan sudah jadi rekomendasi DPR di akhir tahun 2009. Mengapa selama ini dia (Andi) tidak membantah itu," ucapnya.

Berkaca kembali pada peristiwa penculikan, Wahyu mengatakan terakhir kali bertemu muka dengan Thukul pada akhir Oktober 1997. Setelah itu, dia sering kontak lewat telepon. Komunikasi terakhir terjadi pada bulan Februari 1998, saat Thukul mengatakan ingin pulang kampung untuk menengok anaknya.

"Saya minta Andi Arief bicara ke lembaga resmi. Jangan menebar fitnah seperti Kivlan Zein, supaya jelas," pintanya.

Wiji Thukul suka menulis puisi sejak SD. Tiga sajaknya yang sering dicuplik dalam aksi massa adalah Peringatan, Sajak Suara, dan Bunga dan Tembok. Namanya masuk daftar orang hilang sejak tahun 2000. Nah, Andi Arief meyakini Thukul masih hidup dan tidak ditangkap karena tak ada saksi yang melihatnya. Dia menyarankan agar menanyakan soal nasib Thukul pada Wahyu Susilo yang pernah memberi perlindungan.

(mad/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini