"Kalau kami melihat selama ini arah dari petinggi pengurus partai dan fraksinya mayorisnya ke capres no 1. Tapi PD kan dipimpin ketumnya SBY dan selama ini sebagai presiden menyatakan netral itu yang jadi pegangan kita," kata anggota tim pemenangan Jokowi-JK, Eriko Sotarduga saat dihubungi, Selasa (1/7/2014).
Menurutnya, pernyataan dukungan partai itu hanya akumulasi dari individu kader partai. Namun, sikap netral SBY sebagai ketum partailah yang dinilainya sebagai sikap partai.
"Yang melambangkan partai kan ketumnya. Dan yang pertama, kita menghargai SBY yang sudah menyampaikan netral. Itu yang penting," ujarnya.
Ia menyatakan dukungan ini tak membuat tim Jokowi-JK kebakaran jenggot. Pasalnya, dalam sejumlah survey disebut pemilih partai berlambang segitiga biru itu cenderung memilih Jokowi-JK daripada Prabowo-Hatta.
"Kepartaian tidak ada masalah karena dari sudut survei sebagian pemilih PD memilih pak Jokowi. Jadi ya tidak masalah (dukungan itu) karena itu bagian petinggi partai," sambungnya.
Terlepas dari itu, ia berharap SBY tetap konsisten netral pada Pilpres kali ini. Posisinya sebagai kepala negara dinilai Eriko akan mempengaruhi pandangan politik masyarakat bila sampai tak netral hari terakhir jelang pilpres.
"Kita berharap dia netral sebagai kepala negara karena bagaimanapun dia pemimpin aparat. Dengan begitu akan mencerminkan pemilu adil dengan tidak ada campur tangan aparat," pungkasnya.
(bil/trq)











































