Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan PD mengambil sikap netral di Pilpres 2014 ini. Dalam Rapimnas PD yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (18/5) lalu, SBY menegaskan bahwa PD tidak memihak.
Meski netral, ia mempersilakan kadernya yang ingin merapat pada salah satu pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa atau Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal ini disambut sebagian petinggi partai dengan merapat ke kubu Prabowo-Hatta, meski ada juga yang berlabuh di kubu Jokowi-JK.
Kemesraan antara PD dan pasangan nomor urut 1 itu dengan mudah diprediksi melalui pernyataan petinggi partai yang menilai visi misi pasangan itu sejalan dengan pemerintahan SBY. Terlebih saat Prabowo dan Hatta terang-terangan menyatakan akan melanjutkan program unggulan SBY.
Prabowo-Hatta juga diberi kesempatan untuk memaparkan visi misinya di depan elite PD pada 1 Juni lalu. Acara ini hanya dihadiri Prabowo-Hatta. Di depan ribuan kader, pasangan ini menjelaskan visi misi mereka bila terpilih 9 Juli nanti. Hasilnya, para elite partai semakin lantang menyuarakan kesamaan Demokrat dan pasangan ini.
'Kesamaan visi misi' ini dibuktikan dengan merapatnya sejumlah kader partai untuk memenangkan Prabowo-Hatta. Yang masuk barisan awal pendukung yakni Marzuki Alie yang juga turut hadir dalam beberapa kampanye Prabowo di luar kota. Tak hanya itu, para anggota DPR dari Fraksi Demokrat secara terang-terangan mengdeklarasikan dukungannya untuk mantan Danjen Kopassus ini.
Sebanyak 115 dari 148 anggota fraksi mengenakan kemeja putih dengan lambang burung Garuda merah di dada. Anggota DPR Fraksi Demokrat (FPD) Nurhayati Ali Assegaf menyatakan dukungan tersebut atas inisiatif sendiri.
"Jadi tidak atas nama fraksi karena Demokrat secara resmi belum mengumumkan. Ini sama sekali bukan instrusksi ketum kami tapi inisiatif dari anggota DPR Demokrat yang merasa mereka ingin mendukung Prabowo-Hatta karena visi misinya sejalan dengan program pro rakyat sehingga program Pak SBY dapat dilanjutkan," ujar Nurhayati di Ballroom Crown Hotel, Jl Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (16/6) lalu.
Polemik dalam tubuh partai ini muncul saat Ruhut menyatakan dukungannya pada Jokowi-JK. Ia terancam dipecat dan dihujat oleh kawan separtainya karena membawa nama SBY sebagai pemberi restu dukungannya.
Kini, di H-7 hari pencoblosan, ketua DPP Syarief Hasan menyatakan, per tanggal 1 Juni kemarin, Partai Demokrat yang dulu menyatakan netral ini secara resmi mendukung Prabowo-Hatta.
"Dan tertanggal 1 Juni lalu kami memutuskan, Prabowo Subianto-Hatta akan melanjutkan program-program ekonomi SBY berdasarkan orasi dari debat-debat," kata Syarief di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya No 6, Senen, Jakarta Pusat, Senin (30/6/2014) sore.
Ia pun sudah menginstruksikan agar mesin partai pemenang pemilu 2009 itu turut bergerak untuk memenangkan pasangan itu. Politisi yang kini menjabat Menteri Usaha Kecil Mikro dan Menengah ini yakin dengan dukungan dari Partai Demokrat, seluruh simpatisan partai, maka pasangan Prabowo-Hatta akan menang. Meskipun dukungan secara resmi baru dinyatakan hari ini.
"Insya Allah kami yakin akan memenangkan Prabowo-Hatta. Meskipun saat ini persaingan Prabowo dan Jokowi sudah ketat," kata Syarief.
Jika PD sudah menyatakan dukungan untuk Prabowo-Hatta, bagaimana dengan SBY?
(bil/trq)










































