Gempa di Aceh, Warga Selamatkan Diri dengan Hanya Berhanduk
Minggu, 26 Des 2004 19:03 WIB
Jakarta - Gempa yang melanda Aceh tadi pagi, Minggu (26/12/2004) pukul 07.58 WIB, sangat mengejutkan masyarakat sekitar Banda Aceh. Karena kagetnya, ada warga yang berhamburan keluar rumah guna mencari area terbuka hanya dengan berbungkus handuk.Menurut Letkol Edi Sulistyadi, dari Pusat Penerangan Koops TNI di Lhokseumawe, saat terjadi gempa memang waktunya orang mandi pagi. Saat itu Edi dan jajarannya sedang berada di Takengon-Cireubeun dalam acara gerakan penghijauan nasional."Saat terjadi gempa masyarakat kaget berhamburan keluar mencari area terbuka. Bahkan ada diantaranya hanya berbungkuskan handuk karena pada jam delapan pagi rata -rata masyarakat sedang mandi," ujarnya ketika dihubungi detikcom melalui telepon selulernya, Minggu (26/12/2004) sore.Menurut Edi, guncangan akibat gempa terjadi cukup lama, yaitu sekitar sepuluh menit. Namun Takengon luput dari musibah akibat terjangan gelombang Tsunami sebab daerah ini terletak di perbukitan."Longsor terjadi di berbagai titik yang bukan dikarenakan gempa melainkan derasnya hujan tadi malam. Beberapa ruas jalan tertutup longsor. Saya sekarang masih dalam perjalanan ke arah Lhoksoumawe dan sempat terhambat karena jalan raya Takengon-Cireubeun tertutup longsor. Takengon adalah daerah di Aceh yang rawan longsor," jelas Edi.Sepanjang perjalanan, lanjut Edi, ia belum melihat kerusakan parah akibat gempa. Kerusakan terparah dilihatnya di di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireun. "da rumah yang atapnya roboh. Sampai saat ini saya belum punya data berapa korban jiwa akan tragedi ini," ujarnya.
(gtp/)











































