Namun untuk mengantisipasi adanya gangguan di wilayah Papua, Polda melakukan siaga satu dan menyiapkan dua per tiga kekuatan dalam kegiatan Bhayangkara tersebut.
”Biasanya untuk siaga satu, setengah sampai dua per tiga kekuatan kita siagakan. Ya kalau kekuatan kita 14.000, setengahnya (7.000) personel kita siagakan,” kata Tito di Mapolda Papua, Papua, Senin (30/6/2014).
“Kita berlakukan status siaga satu, bukan karena 1 Juli hari yang lain. Kita melakukan siaga untuk keamanan. Pokoknya antara siaga
tingkat satu maupun siaga tingkat dua,” tegas Mantan Komandan Densus 88 itu.
Tito kemudian menyatakan situasi dan kondisi di Papua hingga saat ini masih aman terkendali. Namun bila ditemukan pengibaran bendera bintang kejora, ia akan menindak tegas hal itu.
”Sampai sekarang masih aman. Kalau ada pengibaran bendera bintang kejora akan ditindak tegas. Prinsipnyam, kita lakukan langkah-langkah persuasif, tetapi jika ada tindakan pelanggaran hukum akan ditindak,” tutup Tito.
(vid/vid)










































