Namun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan program Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat yang tak disinggung JK dalam debat. "Ya saya bingung saja dengan Pak Jusuf Kalla. Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, itu kan program andalan Jokowi. Kenapa itu tidak dikeluarkan?" kata Fadli di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (30/6/2014) malam.
"Dia kan cawapres, harusnya mendukung capresnya dengan program yang luar biasa itu. Saya tunggu sampai segmen terakhir tidak ada. Artinya apa? Apa dia tidak setuju dengan program itu?" tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi begini, kita ingin mengirim tenaga ahli yang tentunya dihormati di sana. Kalau untuk perempuan, moratorium itu memang diperlukan, terutama untuk TKW, kenapa tidak? Kalau kita sudah punya pekerjaan di sini, di Jawa, di desa-desa, sebenarnya itu semua kan awalnya karena ada keterpaksaan mereka ke luar untuk mencari pekerjaan," kata Fadli.
Fadli mengaku Prabowo-Hatta menginginkan pekerja wanita bisa bekerja di dalam negeri sehingga tak ada lagi TKW bermasalah di luar negeri. "Jika kita bisa memberikan pekerjaan yang lebih baik di dalam negeri, kita moratoriumkan saja TKW. Sehingga nanti kita bisa mengirim bukan tenaga kerja pembantu, tetapi yang sudah memiliki skill, seperti perawat, tidak seperti yang sekarang" ujar Fadli.
(vid/bil)











































